“asiiiiikk….akhirnya aku ke Bali juga!”
Dari kecil, kesempatan diajak papa mama ke bali aku sia-siakan. Begitu hari H keberangkatan, aku ngerengek minta ikut papa, mama dan kaka perempuanku yg saat itu diajak langsung mau. Huuuuaa… :’( nyeseel. Mereka tetep harus berangkat karena tiket sudah dibeli dan aku bersama kakaku yang cowo terpaksa dirumah berasama uwa (bahasa sundanya untuk kaka dari ortu).
Nah!..sekarang kebetulan aku udah kerja, jadi udah punya uang sendiri. Waktunya menikmati liburan dengan jerih payah sendiri.
“Baliiii…here i comeeee….”
———————-
Aku sama 2 orang teman LV dan DM sudah beli dari jauh-jauh hari tiket promo AirAsia. Kebetulan kita dapet tiket ekonomi promo, PP 800rb. Lumayan murah, pikirku. Lalu aku menghubungi kawan lama yg kira-kira 6 tahun tidak pernah ketemu dan dia asli orang Bali. Saat kenal dia (G.W) aku masih kuliah, dan dia masih kelas 3 SMP. Dia adalah teman chattingnya teman deket kuliahku (AD). Hehe, bingung ya?…tapi yg jelas anak ini baik sekali, seingatkupun meskipun masih kecil, G.W sudah terlihat cantik. Hmm..seperti apa ya dia sekarang?… karena akupun hanya sebatas ngobrol via chat room. Dia ini sahabatnya temanku (AD). Dengan bantuan teman dekat kuliahku itu (AD), akhirnya aku diberikan kemudahan. Masalahnya, tiket penerbangan kita itu landingnya malam hari di bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Jadi bakalan repot harus bermalam dimana. Dikarenakan saat itu adalah peak season, hotel-hotel sudah penuh, sehingga dia (G.W) susah untuk mencarikan kita hotel yg sesuai dengan budget kita. Jadi sampai hari keberangkatan, kita belum dapat kamar. Untungnya dia mempersilahkan kita bermalam dirumahnya.
Sebelum boarding, aku menyempatkan untuk memberi info bahwa kita akan berangkat kesana. Sungguh baik sekali, G.W sengaja membelikan nasi bungkus ala Bali untuk kita bertiga, diapun sabar menunggu sampai larut malam.
Sesampainya di bandara I Gusti Ngurah Rai, kitapun sudah dijemput oleh mantannya temanku itu (AD). Hihihi…memang orang-orang bali itu baik-baik sekali. “Thanks to AD, G.W and GD!” untuk semua kebaikannya.
Didalam perjalanan, GD menawarkan juga menginap di rumah ke-2 milik keluarganya yg letaknya tak jauh dari rumah inti. Kebetulan, ibunya sudah mempersilahkan kita katanya. Woow, mendengar itu kita mendadak bingung, ko baik sekali, padahal baru pertama kali kita semua ketemu sama sosok mantannya temanku itu. Dengan segala respect, kita tolak tawarannya dengan alasan, kita sudah lebih dulu janjian akan bermalam dirumah G.W. Lalu kitapun diantar kerumah G.W.
—————————–
Tiba dirumah G.W. Kita langsung menuju kamar G.W yg sangat nyaman, sambil mengistirahatkan tubuh, tidur-tiduran sambil bercerita seru obrolan wanita hahaha..tak terasa waktu semakin malam, dan kita makin terasa lelah. Akhirnya satu persatu kita mulai tertidur. Ya, besok kita berencana harus mengunjungi tempat-tempat yg bagus di Bali. Aku tak boleh melewatkan moment pertamaku di Bali. Meskipun kondisi badan kurang fit, aku tetap harus paksakan, karena sayang sudah keluar biaya tiket dan jauh-jauh ke sini.
—————————–
Pagi-pagi kita sudah bersiap-siap. Sambil menunggu G.W sembahyang, tiba-tiba dia masuk ke kamar dengan mengenakan rok putih dan baju putihnya, baju adat yg unik pikirku dalam hati, dia tampak anggun mengenakan baju sembahyangnya tersebut.
Kemudian setelah kita semua siap untuk pergi, ternyata sarapan sudah disiapkan dimeja makan, yg tadinya kita pikir kita akan makan diluar. Ternyata G.W malah justru sudah menyediakan sarapan untuk kita. “Baiiiiikknyaa temanku ini”, belum lagi selama kita disini, temanku bersedia mengantar-antar kita ke tempat-tempat wisata yg wajib dikunjungi.
Dengan menggunakan mobil Jeep, kita jalan menuju lokasi yg paling jauh dulu dari Denpasar, yakni ke Bedugul. Kira-kira menempuh waktu 1 1/2jam dari Denpasar. Lokasinya diatas, suasananya seperti dipuncak, dingin sekali, saat itu cuacanya agak mendung. Tapi sesampainya kita disana. Kita masih bisa berjalan santai mengikuti jalan aspal, dan mencari tempat untuk santai, sekedar menikmati udara segar dan berfoto-foto.
This slideshow requires JavaScript.
Pemandangan danau terlihat dari kejauhan, sambil tertawa-tawa kita asik berfoto-foto sampai akhirnya tak terasa hujan turun rintik-rintik. Momen ceria itu dibubarkan dengan cuaca yg memang tidak mendukung. Akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke mobil, dan meneruskan ke lokasi berikutnya, yaitu Dream Land. Dalam perjalanan turun, kita singgah ke kebun strawberry, dan memutuskan untuk santap siang di restaurant strawberry.
“hmm…pancakes iced strawberrynya enak!”. Setelah lumayan mengisi perut, kita sempet berjalan-jalan melihat kebun. Tidak banyak berfoto-foto disini, tapi lebih menikmati udara sengar dan memanjakan mata.
Keesokan harinya…(Melanjutkan perjalanan ke Dream Land). Untuk kesini, nampaknya harus menggunakan mobil pribadi, karena lokasinya lumayan jauh, melewati area tanah yg luas, sampai akhirnya kita sampai ditebing yg berbatu dan penuh debu. Lalu, dimana letak pantainya?…ternyata kita harus menuruni jalan tanah dan berbatu untuk melihat pantai yg posisinya ada dibawah. Dari atas tebing sudah terlihat hamparan laut yg luas. Nama pantai ini adalah Dream Land. Sesuai dengan namanya, tanah impian,..jauh dari kebisingan kota, lokasi dan pemandangannya menyuguhkan hal yg berbeda.
Kita sempat bermain-main cukup lama disini, melihat segerombolan pria-pria gemulai membuat kita tertawa melihat tingkah laku mereka. Sambil kita asik berfoto-foto dengan gaya konyol kita dan lagi ada saja kelucuan yg terjadi disaat kita ingin mengabadikan foto bersama, lantas kita meminta seorang anak kecil yg kebetulan lewat disitu untuk fotoin kita. Tanpa aba-aba..dia sudah menjepret momen disaat semuanya belum ada yg siap, wal hasil justru jadi bagus… karena disitu kita seperti difoto candid dengan ekpresi yg memang lagi terlihat senang. “Good Job de! hahaha…”.
Asli senang sekali saat itu. Sore hari kita memutuskan untuk pulang. Dengan tubuh berkeringat, kitapun masih harus perjuangan pulang dengan menaiki jalan menanjak dan berbatu, sambil menenteng sandal penuh pasir ditangan masing-masing.
Lalu kita pulang ke penginapan milik temannya G.W. Kita menyewa semalam saja sambil berniat cari-cari penginapan lain yg lebih baik. G.W pun harus kembali pulang kerumahnya. Setelah kita makan malam dijalan, tubuhku mulai terasa letih karena kurang enak badan. Berkali-kali batuk karena angin. Lantas aku memutuskan untuk beristirahat sendirian dikamar, sementara kedua temanku masih mau berjalan-jalan sepanjang kuta-legian-seminyak sambil berbelanja dan mencari-cari hotel lain yg masih tersedia kamar. Ingin rasanya ikut berjalan-jalan dengan mereka, tapi aku tidak mau memaksakan diri yg memang aku sedang sakit saat itu. Masih dua hari lagi aku harus menyisihkan tenaga untuk bisa terus melanjutkan liburan di Bali.
Dua jam berlalu,… tiba-tiba kedua temanku itu datang dengan membawa kabar baik. Mereka menemukan kamar hotel yg tak jauh dari lokasi kita menginap sekarang. Tanpa berpikir lama-lama, kita langsung check-out malam itu juga dan menuju Hotel Simpang Inn.
Setelah pindah di hotel bintang dua tersebut. Lantas aku melanjutkan istirahat tidur, sementara kedua temanku masih terus meneruskan perburuannya jalan-jalan sepanjang kuta-legian dan seminyak.
Keesokan paginya, sambil menunggu dijemput oleh G.W untuk rencana pergi ke Tanah Lot. Kita menikmati sarapan pagi direstaurant hotel yg posisinya persis dipinggir jalan kuta. Sehingga sambil sarapan, kita dapat menikmati pemandangan jalan Kuta dipagi hari. Hari ini LV harus menemui tantenya, dia tidak ikut dengan kita ke Tanah Lot. Tak lama G.W datang dengan honda Jazz kuningnya, kita siap untuk berangkat.
Cuaca sangat terik sekali. Setelah menempuh perjalanan yg tidak terlalu lama, sampailah kita di Tanah Lot. Disini sebenarnya adalah tempat ibadah umat Hindu. Keindahan dari Tanah Lot ini menjadi ciri khas tersendiri karena bangunan pura yang didirikan diatas batu dan disambungkan dengan jembatan penghubung. Apabila air laut sedang pasang, kita tidak dapat menyebrang ke dalam Pura tersebut. Tempat ini banyak dijadikan objek untuk pre-wedding karena view-nya yg bagus.
Dikarenakan air laut saat itu sedang pasang, kita tidak dapat menyebrang kedalam pura tersebut. Jadi kita hanya bisa melihat dari sebrangnya dan menyempatkan untuk mengabadikan keindahan Tanah Lot. Meskipun sudah mengenakan payung, duuuh…panasnya bukan main, akhirnya kita istirahat sambil membeli air kelapa di warung-warung yg ada disekitar wisata “hmmm…nikmatt panas-panas begini!”. Perut mulai terasa keroncongan, akhirnya kita memutuskan untuk pulang dari situ menuju restaurant tofu yg berada di daerah Denpasar. Dengan nuansa resto ala bale-bale, kita duduk lesehan, menikmati semilir angin sambil menyantap berbagai jenis masakan dengan bahan semuanya dari Tahu. “mantaabsss!!! uwenaaakknyaa….”.
Dari sini kita lanjut menuju Bajra Sandi, entah sebenarnya ini lokasi wisata atau bukan, karena melihat dari bangunan dalamnya seperti kantor dalam negeri, atau museum, tapi yg jelas, architecture design dan bangunan candinya sangatlah unik dan bagus untuk dijadikan objek foto. “Yak..mulailah bernarsis-narsis ria! hahaha…” konsep taman yg cantik dan indah sangatlah mendukung.
Setelah hari menjelang sore, kita semua memutuskan untuk pulang. G.W mengantarkan kita dulu menemui LV dan tantenya yg sedang berada di Cafe Blue Ocean, Seminyak. Lalu dia harus pulang karena keesokan harinya harus kuliah. Sementara kita duduk di cafe tersebut sambil menikmati pizza dan pemandangan sunset di pantai seminyak. Konsep cafe yg cozy dan nyaman, dapat duduk sambil selonjoran ala kursi pantai dengan matras sofa bed. “hahaha..tidur-tiduran jg bisa, yuk mariii!”.
Tomorrow will be the last day we are here. Sehari penuh kita pakai untuk berbelanja beberapa souvenir dan kalung-kalung untuk oleh-oleh. Harga kalung di toko-toko sepanjang kuta-legian berfariatif, paling murah kita dapat menawar hingga 8000 rupiah, paling mahal dengan kualitas lebih bagus kita dapat menawar 100rb untuk 4 kalung. Hmmm..saat itu kita semua memborong banyak sekali kalung-kalung, selain untuk koleksi pribadi, sebagian buat oleh-oleh teman kita masing-masing.
Penerbangan kita pulang adalah jam 21.00, pesawat airasia sempet delayed hingga pukul 22.00. Hhh…nasib beli tiket promo airasia seperti ini, sering kali delayed dan reschedule. Untungnya, dengan bantuan teman priaku, kita akan dijemput di Bandara Soekarno Hatta, tengah malam wuiiihh. “Hehe..thanks to KV for droping us to the airport, and thank’s to DN for picking up us at the airport”
The End





























