- @KL Airport
- @KL Airport
- @KL Airport
- gold coast cityview
Day 1
Jakarta to Kuala Lumpur, Malaysia (Transit di Kuala Lumpur International Airport)
Kita menggunakan Malaysian Airlines dan transit di KLIA. Sungguh pengalaman yg luar biasa begitu pertama kali menginjakkan kaki di bandara tersebut. Architecture Design yg sangat mewah, elegant dan keren sekali, mengundang mulut ini berdecak kagum, begitu turun dari Transfer Train yg menghubungkan kita dari Gate satu ke Gate lainnya. “Cool”..mata rasanya tidak bisa berhenti memperhatikan keunikan-keunikan yg ada dibandara tersebut. Seperti tidak mau kehilangan moment yg jarang aku temui. Aku lalu mengambil beberapa foto dengan mama dan papa, ketika kita berada di dalam transfer train dan setelah keluar dari train tersebut. Norak memang, tapi mungkin begitulah pengalaman beberapa orang begitu pertama kali menginjakkan kaki di Negara lain.
Disana terdapat beberapa fasilitas access internet gratis yg berada dibeberapa ruang tunggu, membuat aku merasa nyaman harus menunggu pesawat kita untuk penerbangan selanjutnya ke Melbourne, Australia. Saat itu waktu menunjukan pukul 11 malam di KL. Waktu perjalanan yakni 3 jam, dan kita dari Jakarta berangkat pukul 7 malam. Perbedaan waktu antara Malaysia dengan Indonesia kurang lebih 1 jam. Penerbangan kita selanjutnya yakni masih 2-3 jam lagi. Kita berangkat dari KL ke Melbourne pada jam 1 dini hari.
Sambil menunggu boarding pesawat, aku menyempatkan diri mengakses internet. Saat itu aku mengecek beberapa email, dan mengirim offline messages di Yahoo Messenger buat seorang teman baik untuk memberikan laporan keberadaan aku. Saat itu aku hanya ingin share dengan dia seorang.
Day 2
Berjalan menuju boarding room, kita sempet melewati flat escalator yg digunakan apabila kita males berjalan, jadi cukup kita diam…kita bisa sampai pada sisi selanjutnya.
Hmm..lumayan bisa mengistirahatkan kaki sebentar dan meringankan kaki bagi yg membawa koper cukup berat.
Lalu kita masuk menuju ke dalam pesawat. Sungguh baru kali pertama aku melihat isi pesawat yg begitu besar dan kursi penumpang yg begitu banyak. Pada bagian depan khusus penumpang First Class, ditengah-tengah untuk Business Class, dan paling belakang Ecconomy Class.
Untuk First Class, jarak tempat duduk sangat luas, bahkan kursinya bisa dibuat posisi tiduran, kursinya pun lebih bagus, dengan fasilitas TV dan meja khusus untuk tempat menaruh laptop. Sedangkan tempat duduk di kelas ekonomi maupun bisnis, sama-sama terdapat tv, telepon dan menu games. Hanya saja dengan fasilitas lebih sempit jarak tempat duduknya, kursi yg berbeda, dan meja untuk tempat makan yg simple.
Waktu perjalanan kurang lebih 8 jam 20 menit. Cukup melelahkan dan boring. Berjam-jam hanya bisa main games, nonton film, dengerin musik, dan sesekali tidur, akan tetapi tetap saja tidak bisa tidur dengan pulas, badan terasa pegal tidur dengan posisi duduk.
Tak terasa sinar mantahari masuk melalui kaca jendela pesawat, saat itu aku dan papa mama mendapat tempat duduk ditengah, pemandangan awan diluar pesawat hanya bisa kita lihat dengan jarak pandang yg cukup jauh, tapi hatiku sudah mulai tenang, hanya tinggal beberapa jam lagi pesawat tiba di Melbourne.
Pesawat landing pada pukul 10.00, dari situ kita beserta rombongan masih harus naik bis 1.30 menit lamanya perjalanan sampai tiba di kota Gold Coast.
Gold Coast adalah satu-satunya kota wisata keluarga yang ada di Negara Australia. Dalam perjalanan kita sempat mampir ke Queensland – Conservatorium, sekedar bersantai sejenak diarea tersebut sambil berfoto ria didepan sungai dan melihat kota dengan teropong kecil.
Lalu kita melanjutkan perjalanan lagi, kemudian lagi-lagi singgah ditempat seperti restauran dan toko yang menjual souvenir-souvenir. Toko itu hanya satu-satunya yg berada diantara pohon-pohon tinggi berwarna hijau dan ada juga disisi lain pohon-pohon yang terlihat gersang berdaun kuning dan bahkan tidak berdaun.
Sambil berputar-putar, akhirnya saya menemukan boneka koala, souvenir ciri khas Australia selain kangguru. Saya membeli dua buah, satu untuk titipan teman saya, yg satunya lagi entah nanti buat siapa saja yg mau. Harga berkisar AUD$2-3. Setelah aku, papa dan mama menikmati minuman fresh orange sekedar menghilangkan rasa haus, aku pergi menuju bis. Diluar bis..aku sempat mengobrol bersenda gurau dengan supir bus yg usianya sudah sangat tua bahkan terbilang kakek-kakek, tetapi masih bekerja sebagai driver travel bus, salut.
Tak lama kemudian, kita melanjutkan perjalanan kembali sampai akhirnya tiba di kota tujuan, Goldcoast. Ya, kota yg sepi, dan damai. Sangat menyenangkan untuk refreshing, karena penduduknya tidak terlalu banyak. Disisi-sisi jalan banyak terdapat toko-toko dengan merk-merk terkenal. Sungguh pemandangan kota yang asik dan nyaman.
Setelah Check-In di Hotel Legends, kita dan rombongan masuk ke kamar untuk berganti pakaian dan pergi mencari makan siang di luar.
Sambil berjalan kaki, tak jauh dari hotel banyak restauran Chinese Food, toko-toko souvenir, baju, sepatu, maupun mall.
Saat itu kita memilih salah satu restauran Chinese, dengan sebelumnya memastikan makanan yg kita makan adalah bukan b***. Tapi bismillah saja, karena mungkin sulit mencari restaurant, yg memang tidak menjual sama sekali menu b tadi. Jadi kita pun sangsi, penggorengan yg meraka gunakan juga dipakai untuk memasak makanan b juga. “Aaah..biarlah”, lalu kita pesan capcay, kangkung cah, dan nasi goreng teri. Hehe…sudah dipastikan, tanpa b***. Lagi-lagi sebelum makan tak lupa membaca “Bismillah”.
Standard makanan disini berkisar antara AUD$6-15. Porsi satu piring menu dapat dikonsumsi untuk 3 orang. Jadi apabila ingin menghemat, sebaiknya pesan saja 2 menu untuk ber-3.
Sulitnya disana bagi orang Indonesia yg terbiasa dengan makanan spicy dan hot. Disini semua makanan disajikan tidak pedas, bahkan ketika aku meminta chilli sauce, rasa yg dikasih hanya berasa asin, dengan sedikit sekali terasa pedas. Jadi, saran saya bagi kita orang asia yg hendak berpergian ke LN, dan memiliki hobi makan yg pedas-pedas, mungkin bisa membawa beberapa botol saus sambal sendiri dari Indonesia. Mudah-mudahan peraturan dipihak imigrasi tidak terlalu ketat.
Note :
- Bawalah air aqua jika hendak pergi ke toilet umum disaat ingin berbelanja atau berjalan-jalan cukup jauh dari area hotel. Dikarenakan sudah tentu semua toilet disana tidak menggunakan air, tapi hanya tersedia tissue. Atau sebaiknya membawa tissue basah sebanyak-banyaknya.
- Membawa sambal saus dari rumah bagi yg hobi makan pedas. Dikarenakan beberapa kota di negara tertentu, hampir di semua supermarket dan restauran tidak terdapat saus sambal yang rasanya seperti di Indonesia.
- Membawa kamera pocket dengan battery yg bisa dicharge
- Alangkah baiknya jika memiliki travelling stalker. (stop kontak dengan multi fungsi). Alasannya, terkadang dikamar hotel hanya tersedia stop kontak satu buah, atau dengan colokan yang berbeda. Sungguh repot jika kita harus membeli lagi disana, sudah tentu harganya pun lebih mahal.
Hari menjelang malam. Aku dan mama lebih menghabiskan waktu jalan mengelilingi pertokoan di sisi-sisi jalan kota tersebut. Lalu kita berjalan melewati pantai sekedar ingin meng-explore dan mengamati seluruh ruas jalan maupun apa-apa yg berada disana. Sehingga keesokan harinya kita bisa dengan hapal mengetahui tempat-tempat dan lokasi yg ingin kita kunjungi. Sementara papa lebih memilih bercakap-cakap dengan rekan kerjanya dan si owner perusahaan tempat papa bekerja, sambil duduk menikmati cappuccino di coffee shop yang letaknya persis di bawah hotel legend. Kafe tersebut dikemas dengan tempat duduk open air, sehingga lebih leluasa pengunjung dapat menikmati coffee dan makanan kecil sambil menikmati suasana malam.
Disaat aku dan mama berjalan menyusuri jalan utama. Kita temui banyak juga terdapat night club dan Hard Rock Café. Mendekati area pantai, terdapat Mc Donalds, KFC dan Kafe-kafe kecil.
Waktu menunjukkan jam 21.00, semakin terlihat ciri khas kota kecil yang berpenduduk sedikit bahwa aktifitas berjualan maupun rumah makan satu persatu mulai tutup. Meskipun aku dan mama masih ingin meneruskan berjalan kaki mengitari kota kecil tersebut, rasanya sudah tidak mungkin. Lalu kita memutuskan untuk kembali ke hotel.
to be continued






I love your blog posts. Keep me posted how often u update your page?
Hi Leisha!
Sorry it’s kinda late to reply your comment. Thx anyway! Keep reading! unfortunetly i’m very busy lately in office, well i will try my best to update my blog