Day 3
Hari ini saya bangun pukul 7.30. Papa dan mama sudah siap lebih dulu, sementara saya baru bergegas mandi untuk segera sarapan pagi di Hotel Legends.
Dengan standard sarapan hotel bintang 4 1/2, hidangannya pun sudah tentu banyak variannya. Akan tetapi, menu sarapan yg selalu saya ambil hanyalah dua lembar roti, satu roti tawar dan satu lagi gandum. Lalu saya masukkan dalam toaster. Saya siapkan butter, strawberry and chocolate jam di piring. Serta scrable eggs plus segelas susu putih.
Di meja berikutnya terlihat ada menu nasi goreng dan mie goreng, saya rasa itu menu khusus yg sengaja di request oleh perusahaan tempat papa bekerja. Sehingga benar-benar memenuhi selera orang Indonesia. Makanan tersaji dengan ala western dan eastern. Tapi saya rasa, saya tidak mungkin mencicipinya karena porsi makan saya yg memang tidak banyak.
Setelah selesai sarapan, saya, papa dan mama memisahkan diri dari rombongan, beberapa keluarga yg lain juga sibuk dengan aktifitas masing-masing. Berjalan-jalan seputar hotel, dan melihat-lihat toko yg satu persatu mulai buka, sambil mencari beberapa souvenir untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Mama sibuk mencari pajangan dan kristal-kristal kecil, saya sibuk mencari kaos bergambar lucu, dengan kualitas bahan yg bagus, akan tetapi tetap saja kaos tersebut rasanya tidak sebanding dengan harganya. Harga berkisar antara AUD$8-16 untuk 1 potong, sementara di jakarta kita bisa dapat 3-5 buah kaos dengan jenis yg sama. Kemudian saya putuskan untuk membeli 10 kaos sesuai dengan ukuran teman-teman saya. Rata-rata ukuran tubuh teman-teman saya antara no. 8-12, nampaknya saya harus mencari dikategori anak anak. Lalu saya membeli juga beberapa gantungan kunci serta 1 buah snowball, special untuk sahabat baik saya. Sedangkan papa asik ditempat elektronik dan tempat yg unik-unik. Temen-temen papa pun terlihat ada disana, sedang asik bertanya-tanya pada penjual toko mengenai ramuan obat ginseng, minyak ikan hiu dalam bentuk kapsul bening (kapsulnya seperti vitamin rambut) yg katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Disitu pun papa ikut menyimak. Banyak dari mereka yg membeli 1 sampai 3 botol. Papa memutuskan untuk tidak terbuai membeli obat cina tersebut.
Hari menjelang siang, didepan toko ada beberapa orang yg menawarkan berbagai macam tour. Saat itu kita interest untuk mencoba keliling kota dengan “aqua duck” bis amphibi yg akan membawa kita city tour dan berlanjut melewati laut. Tiket buat family sekitar AUD$86. Harga yg lumayan mahal bagi saya hanya untuk tour yg singkat. Tapi kita semua lumayan terhibur dengan atraksi kecil disaat mobil tersebut akan meluncur ke laut.
- aquaduck 1
- aquaduck 2
- aquaduck 3
- ticketing
Selesai tour, kita berjalan menuju pantai. Lalu mampir di restaurant KFC, kita pikir pastinya ayam KFC lebih kecil porsinya dan pas untuk kita sekeluarga. Saat itu kita memesan menu paket family, 5 porsi ayam 2 kentang dan 3 minum. Tanpa chilli sauce dan hanya ada tomatoes sauce.
Begitu order keluar, “waah!..ayamnya besar-besar sekali, membuat kita eneg begitu melihatnya “benar-benar ayam suntikan”, gumamku. Dua ayam kita makan bertiga, itupun sudah kekenyangan ditambah kentang porsi besar tadi. Makan ayam dan kentang tanpa saus sambal terasa blenger (alias eneg). Jadi sisa 3 potong ayam tadi kita bawa pulang, setidaknya bisa dimakan lagi nanti malam.
Papa memutuskan untuk kembali ke kamar, dia lebih memilih istirahat di hotel. Sementara saya dan mama tidak mau melewatkan moment ini. Kita masih terus menyusuri pertokoan maupun mall yg berada dikota kecil tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Saya dan mama kembali ke hotel sekedar ingin mandi dan mengistirahatkan kaki. Pukul 7 malam, kita coba menghangatkan ayam KFC tadi dalam microwave. Memang kamar hotel tipe Studio Room kita, terdapat kitchen set ukuran kecil beserta peralatan dapurnya. Tak lupa kita membeli nasi putih dari restaurant yg lokasinya percis disebelah lobby hotel.
Saya kembali ke kamar. Mama papa sudah menunggu dimeja makan. Setelah kita menyantap ayam beserta nasi putih dan saus sambal yg saya beli direstaurant tadi…”huueekk..” rasanya tidak karuan. Baru kita colek ayam tersebut kedalam sambal…kita semua spontan tidak mau meneruskan. Karena sambalnya sungguh tidak enak. Akhirnya kita buang sisa ayam tadi yg tidak mungkin kita makan lagi. “Aaaaaarrgghh we need chilli sauce“ sahutku. Semua makanan rasanya hambar. Mama teringat kalo kita sempat membawa Pop Mie dari Indonesia. “yap!…pop mie plus nasi adalah menu yg paling nikmat”. Lalu setelah kita selesai makan, lagi-lagi papa lebih memilih menghabiskan waktu ngobrol dengan rekan kerjanya di cafe hotel (biasalah, laki-laki malas berjalan-jalan jauh). Sementara saya dan mama memilih kembali berjalan menikmati suasana malam dan meneruskan berbelanja.
Seusai berjalan-jalan hingga pukul sembilan, Saya dan mama menemui papa. Ikut menikmati perbincangan santai mereka. Salah satu teman papa berencana untuk ikut rombongan tour ke Movie World esok hari, mereka pun mengajak kita untuk ikut.
Hari ini kita dan beberapa keluarga lain tidak ikut rombongan tour ke Sea World dan Dream World. Nah, lagi-lagi saya merayu papa supaya besok kita bisa ikut tour beserta rombongan lainnya, tentu dengan expense sendiri sama dengan keluarga yg lain. Karena besok hari terakhir kita disini.
to be continued





